Pages

Jumat, 13 Januari 2017

Tentang Takut dan Bersyukur



Sudah bukan rahasia apabila sesuatu akan terus berubah seiring dengan berjalannya waktu
Semua berubah, aku pun berubah.
Tapi entah mengapa, perubahan kali ini terasa sangat menakutkan
Apa yang sebenarnya aku takuti?
Aku seperti ketakutan pergi dari zona ini
tapi sekali lagi apa yang aku takuti sebenarnya?

Aku menjadi lebih serakah, aku tidak menyukai hal ini dan hal itu
Aku menjadi lebih condong melihat ke atas, lupa sudah selayaknya ada hal-hal di bawah yang juga harus diperhatikan
Aku takut menjadi pribadi yang tidak pandai bersyukur.
Aku takut menjadi pribadi yang selalu dalam kegelisahan disaat aku sebenarnya mempunyai pegangan yang amat kokoh.
Apa aku yang tidak benar-benar memegang pegangan tersebut?

Tentunya Tuhanku jauh lebih tau
Dia menjalankan ini dengan sebaik-baiknya
Bukankah aku mempercayai sebuah agama? Bukankah aku diwajibkan mempercayai dan yakin dengan apa yang aku jalani saat ini adalah hal yang terbaik dari hal-hal baik yang disiapkan-Nya?

Tuhanku tidak pernah tidur, selalu mendengar.
Maka setiap saat setiap waktu aku selalu menyampaikan pada-Nya tentang kegelisahan hati
Semoga aku memiliki kelapangan hati yang lebih lapang daripada yang kumiliki saat ini
Semoga aku lebih pandai bersyukur karena terlalu banyak nikmat yang belum sempat aku syukuri
Semoga Tuhanku akan memberiku 'Menu' yang memang aku sukai.
Semoga ... ya semoga
Bissmillahirrahmanirrahim.

Di awal tahun 2017
Eva Rizka Octiana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar